Sistem Telekomunikasi Dasar


Oleh: Ilham Djufri, ST.,M.Kom


Tujuan Instruksional Umum Setelah menyelesaikan mata kuliah ini, mahasiswa dapat menjelaskan prinsip-prinsip dasar telekomunikasi. Khusus Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan pengertian telekomunikasi, bagian-bagian sistem telekomunikasi, dan jenis-jenis telekomunikasi. Pengertian Telekomunikasi Distribusi informasi dari satu tempat ke tempat yang lain merupakan fungsi utama sebuah sistem komunikasi. Kata telekomunikasi berasal dari kata “tele” (bahasa Yunani) yang berarti “jauh” dan “communication” yang berarti komunikasi.


Dengan demikian, telekomunikasi dapat diartikan sebagai proses distribusi informasi antara tempat-tempat yang terpisah oleh jarak jauh. Telekomunikasi dimulai dari ditemukannya sistem telegrap, kemudian dibangunnya sistem telefon pada tahun 1876 yang memperluas kemungkinan komunikasi jarak jauh. Siaran televisi dan radio diperluas melalui komunikasi satelit dan industri telekomunikasi yang paling cepat berkembang dalam sejarah. Jaringan-jaringan ini meliputi PSTN (Public Switched Telephone Network), jaringan komunikasi data, jaringan radio dan televisi, serta sistem komunikasi maya internet dan world wide web) Informasi Informasi adalah pesan atau keterangan berupa suara, isyarat, atau cahaya yang dengan Suara berasal dari manusia melalui bibir (bicara). Bunyi berasal dari suatu yang bergetar atau ditabuh. Analog information sources, seperti misalnya micropon yang berasal dari suara manusia/pembicaraan. Discrete information sources, seperti misalnya output dari computer yang terdiri dari simbol diskrit yang berurutan. Cara tertentu dapat diterima oleh sasaran, yakni pihak yang menerima yang dapat berupa mahluk hidup atau mesin. Sumber Informasi adalah sesuatu yang dapat memberikan atau mengenerate informasi atau sesuatu dari mana informasi tersebut berasal.


Sumber informasi dapat diklasifikasikan menjadi dua katagori tergantung dari output sumber tersebut yaitu : 1.2. Konsep-konsep dasar Istilah seperti analog, digital dan bandwidth akan digunakan dalam konteks sehari-hari. Pengetahuan tentang istilah-istilah seperti digital, analog, bandwidth, kompresi, protokol, kode dan bit dapat digunakan untuk memahami bermacam-macam teknologi, seperti layanan digital berkecepatan tinggi dan jaringan konvergen dan tanpa kabel (convergence dan wireless network), seperti juga Internet. Protokol adalah unsur penting yang dapat membuat berbagai komputer saling berkomunikasi. Protokol menangani fungsi- fungsi seperti error correction, error detection dan pengiriman atau transmisi file secara umum agar komputer dapat saling “berbicara” satu sama lain. Sebuah komputer dapat mengirim data ke komputer-kornputer lain rnenggunakan protokol, seperti IPX, Protocol dari NetWare yang didesain untuk komunikasi pada jaringan lokal (LAN). Arsitektur paket protokol dapat diumpamakan sebagai payung yang di bawahnya terdapat protokol-protokol dan peralatan yang saling berkomunikasi. Komputer terhubung bersama melalui LAN yang berada di dalam bangunan atau lingkungan kampus. LAN menghubungkan komputer, printer, scanner, dan bermacam-macam peralatan seperti modem, unit konferensi video, dan unit faksimile. LAN dihubungkan dengan LAN yang lain melalui MAN, dan WAN. Pertumbuhan jumlah peralatan dan peralatan pendukung pada LAN akan menambah kepadatan data jaringan. Pengguna akan merasakan kepadatan jaringan saat terjadi delay pada transmisi dan penerimaan e-mail dan pencarian basis data.


Mengapa terjadi kepadatan pada LAN, serta bagaimana pengguna menghilangkan kepadatan ini. Salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas pada WAN adalah dengan penggunaan multiplexing. Multiplexing membuat berbagai peralatan dapat berbagi satu jalur telepon. Cara lain untuk menambah kapasitas untuk berbagai aplikasi, seperti grafik, citra sinar-x dan video berbasis Internet adalah dengan penggunaan compression. Kompresi menempatkan sejumlah besar data menjadi berukuran lebih kecil. Dalam kenyataannya, tersedianya sistem konferensi video yang terjangkau dapat dimungkinkan dengan kemajuan teknologi kompresi. Kompresi membuat gambar video dapat “pas” ke dalam jalur telepon yang lebih lambat, dibandingkan tanpa penggunaan kompresi. 1.3 Jenis-jenis Telekomunikasi Telekomunikasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis jika dilihat dari beberapa kriteria, yaitu: Berdasar arah komunikasi Simplex Yaitu jenis komunikasi yang hanya mempunyai satu arah saja, dari pemancar ke penerima. Beberapa contoh untuk komunikasi jenis ini adalah radio broadcast dan televisi broadcast. Half duplex Yaitu jenis komunikasi yang mengakomodasi pertukaran informasi dalam dua arah secara bergantian melalui satu saluran komunikasi (push to talk release to listen). Contoh untuk komunikasi jenis ini adalah jenis komunikasi menggunakan HT (Handy Talky). Full duplex Yaitu jenis komunikasi yang mengakomodasi pertukaran informasi dalam dua arah secara simultan (dimungkinkan untuk mengirimkan dan menerima informasi secara bersamaan). Contoh untuk komunikasi jenis ini adalah komunikasi melalui telepon tetap maupun telepon bergerak. Berdasar mobilitas Fixed Yaitu jenis komunikasi dimana letak terminal-terminal pelanggannya tetap, hal ini disebabkan karena media komunikasinya berupa kabel sehingga membatasi gerakan perpindahan pelanggan. Sebagai contoh untuk jenis komunikasi ini adalah jaringan telepon tetap (rumah).

AIKOM Ternate

“Sebagai pusat unggulan pengembangan pengetahuan, teknologi, berbasis kompetensi dan berwawasan teknologi dalam bidan komputerrisasi”