Peran Hukum Terhadap Perlindungan Data Privasi Pengguna Internet

Data privasi secara terminology dapat dijelaskan: sebuah informasi yang terekam (cetak/non cetak) atas ijin si pemilik data yang bersangkutan. Pemberian data dari pemiliknya dapat mencakup: identitas data diri, data kesehatan, data pendidikan (formal/nonformal), data keuangan dan sebagainya. Cara pengambilan data-data tersebut di atas berbagai macam bentuknya, seperti mengikuti undian berhadiah, membuka rekening pada bank atau bentuk-bentuk lainnya.

Data privasi merupakan sekumpulan informasi yang berhubungan dengan seseorang yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi sebagai pemilik data. Sebagai contoh, jika nomor telepon pada secarik kertas maka informasi ini hanyalah sebatas data. Namun berbeda halnya apabila dalam secarik kertas tersebut tertulis nomor telepon dan nama pemilik nomor teleponnya, data tersebut adalah data privasi. Nomor telepon pada secarik kertas bukan sebuah data privasi karena informasi tersebut tidak dapat digunakan untuk mengidentifikasi pemiliknya, sedangkan data nomor telepon dan nama pemiliknya dapat digunakan untuk mengidentifikasi pemilik data tersebut, oleh karena itu dapat disebut sebagai data privasi. Seseorang yang dapat diidentifikasi adalah seseorang yang dapat dikenali/diidentifikasi berdasarkan nomor tanda pengenal atau berdasarkan satu atau lebih faktor spesifik dari identifikasi fisik, psikologi, mental, budaya atau sosial. Entitas yang dilindungi dalam mekanisme perlindungan data privasi adalah “orang perorangan” (natural person) bukan “badan hukum” (legal persond). Hak perlindungan data privasi berkembang dari hak untuk menghormati kehidupan pribadi atau disebut the right to private life. Konsep kehidupan pribadi berhubungan dengan manusia sebagai makhluk hidup. Dengan demikian setiap personal adalah pemilik utama dari hak perlindungan data privasi miliknya.

Perusahaan seperti Google, Gojek, dan Grab tidak hanya menyediakan layanan bagi pengguna mereka. Namun, mereka juga mengumpulkan data pribadi penggunanya. Pengumpulan besar-besaran set data yang bisa dicari, dikumpulkan, dan direferensi silang ini dinamakan

AIKOM Ternate

“Sebagai pusat unggulan pengembangan pengetahuan, teknologi, berbasis kompetensi dan berwawasan teknologi dalam bidan komputerrisasi”